Give your website a premium touchup with these free WordPress themes using responsive design, seo friendly designs www.bigtheme.net/wordpress

 

 

Seperti telah kita ketahui bahwa hampir seluruh trafo-trafo yang dipergunakan di Indonesia adalah jenis trafo minyak, dimana pada trafo-trafo tersebut menggunakan oli sebagai bahan untuk media isolasi dan penghantar panas. Kualitas oli tersebut akan menurun setelah trafo digunakan diatas 2 (dua) tahun. baik secara fisik, elektrik maupun komposisi kimia oli tersebut. Penurunan kualitas oli tersebut diatas disebabkan antara lain oleh terjadinya oksidasi antara oli dengan bahan isolasi kawat tembaga, kontaminasi oli dengan udara , gas dan juga sebagai akibat terjadinya proses penuaan oli itu sendiri. Maka kemampuan oli sebagai media isolasi menjadi menurun dan bahkan menjadi tidak bisa dipertanggung jawabkan lagi, hal mana dapat menimbulkan short-circuit pada kumparan kawat pada trafo tersebut, baik antar fasa maupun antara line dengan bagian-bagian lainnyadidalam trafo seperti inti trafo atau body trafo. Begitu juga dengan menurunnya kualitas oli tersebut, maka kemampuan oli sebagai media penghantar panas akan menurun / terganggu, sehingga kenaikan suhu  / temperatur pada trafo dapat melebihi suhu  / temperatur yang diperbolehkan pada saat trafo diberi beban penuh. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya life time ( umur teknis ) trafo tersebut.

MANFAAT PURIFICATION

Dalam keadaan operasi normal suatu transformator , biasanya menghasilkan gas-gas sebagai akibat dari pada proses penuaan dan oksidasi dari bahan-bahan isolasinya. Dari tinjauan point-point operasional, yang penting dideteksi dan diketahui oleh gas-gas yang timbul dan dievaluasi akibatnya terhadap transformator serta mengambil langkah-langkah seperti pemeliharaan dan peningkatan frekwensi pemeriksaan. Oli yang telah terkontaminasi  akan menyebabkan kekuatan dielektrik maupun tahanan isolasi menurun. Adapun penyebab penurunan karakteristik minyak trafo / kerusakan minyak trafo tersebut  disebabkan oleh proses kimia didalam trafo , dan tentu saja dipengaruhi oleh suhu sekeliling ( ambient temperature ).
 •    Gas
•    Kelembaban
•    Carbon dan partikel lainnya.

Adapun kerusakan minyak trafo disebabkan :

1.    Trafo beroperasi dalam keadaan beban maximum terus menerus ( Continous Overload Operation )
2.    Pengoperasian trafo yang tidak konstan
3.    Drum penyimpanan yang kurang baik, atau tangki trafo yang kurang bersih pada saat trafo direkondisi.
Minyak trafo yang telah terkontaminasi oleh GAS, hanya dapat direduksi dengan proses High vacuum , selanjutnya untuk minyak trafo terkontaminasi oleh carbon dapat direduksi dengan proses filtrasi dan sebagai pelengkap untuk menghilangkan kelembaban dapat menggunakan heater sebagai pemanasnya
Karena proses filtrasi, vacum dan heating harus dikerjakan secara bersamaan , sehingga diperlukan suatu peralatan, dikenal sebagai “ Oil Purification System “, dimana peralatan ini dirancang untuk permasalahan yang terjadi pada minyak trafo.

JENIS-JENIS TRAFO  :

1.Trafo Convensional ( Pakai Conservator )
2. Trafo Hermetically Sealed ( Cover memakai baut )
3.Trafo Scaled Hermetic Type ( Cover plate trafo di “ las “ sekelilingnya )
Biasanya trafo dengan cover di las ( Hermetically murni ) tidak di lakukan treatment sebab berbahaya ( beracun ). Dimana didalam oli tersebut ada campuran kimia sehingga cover harus di las. Mungkin larutan kimia tersebut dapat menghilangkan dielektrik oli.  Tetapi sekarang jarang  trafo dengan larutan kimia ( cara di las ) , hanya ada pada trafo-trafo yang lama.
Berdasarkan jenis-jenis trafo diatas, perlu diperhatikan secara teknis sebelum dilaksanakan pekerjaan Purifikasi / Treatment trafo secara On-Load.
Tindakan preventive yang harus diperhatikan supaya tidak terjadi gangguan pada trafo selama atau sesudah proses pemurnian ( treatment ).
a.Kondisi visual trafo ( pemakaian dari baru atau ex. Rekondisi )
b.Miyak trafo yang sudah bercampur lumpur.
Lumpur bisa disebabkan oleh kontaminasi air, kotoran-kotoran juga zat asam yang timbul akibat penuaan, yang dapat berakibat berkurangnya kekuatan isolasi kumparan bisa juga akibat penggantian minyak trafo tanpa dilakukan pembersihan / pengurasan tangki trafo.

PERALATAN KERJA PENGUJIAN,PEMURNIAN DAN PENGGANTIAN MINYAK TRAFO

1.    Botol tempat contoh minyak trafo harus bersih dan tertutup rapat  berlabel  sesuai nama/nomor  gardu.
2.    Oil Tester
3.    Mesin Treatment
4.    Motor pompa
5.    Toolkits,
6.    Lap (majun),
7.    Cairan Pembersih,
8.    Kunci  – kunci lengkap berbagai ukuran
9.    Pisau Cutter dan alat-alat keperluan lainnya

PENGUJIAN MINYAK TRAFO

I.    Dinyatakan baik bila:
a.    Tegangan >30 kV 2,5 mm
b.    Warna minyak kuning bening
II.    Diperlukan pemurnian minyak apabila :
a.    Tegangan < 30 kV 2,5 mm
b.    Warna minyak Kuning Langsat
III.    Diperlukan penggantian minyak apabila:
a.    Tegangan < 30 kV 2,5 mm
b.    Warna minyak coklat kehitaman

PROSES  PURIFIKASI  OFF  LOAD

1.    Pemanasan / heating (oleh heater)
a.    Bertujuan : Untuk memanaskan minyak.
b.    Minyak yang dipanaskan hingga temperature 60° akan terjadi penguapan kadar air . Kadar air tersebut akan terhisap oleh vacuum
2.    Vacumisasi (oleh degasser)
a.    Bertujuan : Untuk menghilangkan gelembung-gelembung udara yang ada dalam mesin purifikasi sekaligus untuk menghilangkan kadar air dalam minyak yang telah dipanaskan menggunakan Heater
3.    Filterisasi (oleh filter)
a.    Bertujuan : Untuk menyaring segala partikel dan serbuk logam yang ada dalam tangki trafo. Partikel dan serbuk logam yang akan tersaing hingga 0,5 micron, sehingga minyak yang akan masuk ke tangki trafo sudah tersaring. Demikian proses Purifikasi.

PENGGANTIAN MINYAK TRAFO

1.    Pastikan bahwa hubungan elektrik sisi TM dan TR telah terisolir dan diground. (CO  ,Saklar   PHB ,dan NH Fuse posisi terbuka diground sisi TM TRnya
2.    Pertama tama, siapkan peralatan kerja yang diperlukan.
3.    Minta izin kepetugas terkait untuk minta pemadaman trafo.
4.    Cek pastikan kalau trafo benar-benar sudah padam
5.    Pasang selang pada kran bawah ke pompa oli.
6.    Siapkan drum kosong secukupnya untuk menampung oli bekas.
7.    Kuras Oli trafo sampai habis.
8.    Flasing dengan oli baru sampai oli yang lama tidak ada sisa.
9.    Lepas selang setelah oli benar-benar habis.
10.    Siapkan Oli baru yang sudah dipurifikasi terlebih dahulu.
11.    Pasang selang untuk mengisi oli baru dari mesin treatment ke trafo.
12.    Buka stop kran
13.    Isi oli yang baru sampai level yang ditentukan
14.    Setelah oli benar-benar  cukup tutup stop kran sampai oli tidak ada yang netes / rembes.
15.    Bersihkan Body Trafo dari bekas oli dan debu.
16.    Periksa peralatan kerja jangan sampai ada yang tertinggal diatas trafo.
17.    Setelah aman trafo dinyalakan / dioperasikan kembali dengan kordinasi petugas terkait.

PERBAIKAN BUSHING SEKUNDER

1.    Pertama bersihkan caver body trafo dengan lap dan cairan pembersih.
2.    Tandai kabel fasenya satu – persatu sebelum membuka isolatornya jangan sampaitertukar (R-S-T-N).
3.    Buka baut-baut yang ada di bushing trafo.
4.    Kemudian angkat isolatornya satu persatu ganti seal  yang lama dengan seal yang baru.
5.    Setelah diganti seal yang baru, pasang kembali isolatornya.
6.    Kencangkan kembali baut-baut bushing Trafo.
7.    Pasang kembali kabel fasenya sesuai R-S-T-N nya.
8.    Penggantian bushing  sekunder selesai.

PERBAIKAN BUSHING PRIMER

1.    Sebelum membuka El estimol buka terlebih dahulu kabel primernya (TM).
2.    Buka baut-baut gelangnya yang menjepit El estimol satu persatu.
3.    Kemudian angkat gelangnya.4.
4.    Lalu angkat El estimol perlahan jangan sampai lepas atau copot kira-kira ± 10 cm dari caver trafo.
5.    Potong  Seal  yang ada di El estimol  dengan cutter ganti dengan seal yang baru.
6.    Penggantian Seal Primer yang Rembes selesai

URUTAN PROSES PEMURNIAN MINYAK TRAFO

1.    Olie disedot dari tangki trafo masuk ke mesin purifikasi melalui filter  in let untuk menyaring partikel, gram dan serabut kertas.
2.    Selanjutnya olie masuk ke tabung heater untuk dipanaskan sampai 60 °.
3.    Setelah itu olie masuk ke tabung deggasing dengan proses pemfakuman untuk menghilangkan kadar air.
4.    Kemudian olie masuk filter out let  yang fungsinya untuk menyaring slak / lumpur olie dan karbon.
5.    Selanjutnya olie dikirim kembali ke tangki trafo secara sirkulasi sampai hasil uji tegangan tembus menunjukkan hasil yang baik.
6.    Setelah 2 x proses di test minyak trafonya apakah >30KV / 2,5 mm bila belum diulang sampai 5 x.

(STANDART OPERATION PROCEDURE) PEKERJAAN PENGGANTIAN GASKET DAN PURIFIKASI

1.    Peralatan Kerja:
a.    Mesin Treatment
b.    Oil Tester
c.    Motor pompa
d.    Toolkits,
e.    Lap (majun),
f.    Cairan Pembersih,
g.    Kunci  – kunci lengkap berbagai ukuran
h.    Pisau Cutter dan alat-alat keperluan lainnya

PEKERJAAN PENGGANTIAN GASKET / BUSHING-BUSHING SEKUNDER

1.    Pertama bersihkan cover body trafo dengan lap dan cairan pembersih.
2.    Tandai kabel fasenya satu – persatu sebelum membuka isolatornya jangan sampaitertukar (R-S-T-N).
3.    Buka baut-baut yang ada di bushing trafo.
4.    Kemudian angkat isolatornya satu persatu ganti seal  yang lama dengan seal yang baru.
5.    Setelah diganti seal yang baru, pasang kembali isolatornya.
6.    Kencangkan kembali baut-baut bushing Trafo.
7.    Pasang kembali kabel fasenya sesuai R-S-T-N nya.
8.    Penggantian bushing  sekunder selesai.

BUSHING PRIMER

1.    Pertama buka kabel pada bushing primer.
2.    Kemudian buka baut penjepit bushing primer .
3.    Angkat bushing primer perlahan.
4.    Lepaskan packing yang sudah rusak.
5.    Bersihkan bushing primer pakai alkohol 90 % dan kain majun.
6.    Pasang seal / packing yang baru.
7.    Penggantian seal / packing sudah selesai.

PURIFIKASI

1.    Pertama tarik kabel power untuk menjalankan mesin treatment.
2.    Test oli yang ada di trafo bila jelek lakukanlah pengadaan treatment.
3.    Tarik kedua selang pengisian dan pengeluaran.
4.    Buka / lepas lubang pengisian oli.
5.    Buka / lepas kran pengeluaran oli.
6.    Pasang besi nepel untuk pengikat selang.
7.    Masukkan selang ke lubang pengisian oli, pastikan klem sudah kencang.
8.    Masukkan selang ke lubang pengeluaran oli, pastikan klem sudah kencang.
9.    Kemudian buka kran pengisian dan pengeluaran.
10.    Setelah semuanya dinyatakan siap barulah treatment oli trafo dimulai.
11.    Sebelum treatment selesai test kembali oli yang sudah di treatment (Lamanya treatment ± 2 Jam tergantung besar kecil KVA nya ).
12.    Bila dinyatakan baik pekerjaan treatment selesai.

GANTI MINYAK TRAFO

1.    Siapkan peralatan kerja yang diperlukan.
2.    Minta izin kepetugas terkait untuk minta pemadaman trafo.
3.    Cek pastikan kalau trafo benar-benar sudah padam
4.    Pasang selang pada kran bawah ke pompa oli.
5.    Siapkan drum kosong secukupnya untuk menampung oli bekas.
6.    Kuras Oli trafo sampai habis.
7.    Flasing dengan oli baru sampai oli yang lama tidak ada sisa.
8.    Lepas selang setelah oli benar-benar habis.
9.    Siapkan Oli baru yang sudah dipurifikasi terlebih dahulu.
10.    Pasang selang untuk mengisi oli baru dari mesin treatment ke trafo.
11.    Buka stop kran
12.    Isi oli yang baru sampai level yang ditentukan
13.    Setelah oli benar-benar  cukup tutup stop kran sampai oli tidak ada yang netes / rembes.
14.    Bersihkan Body Trafo dari bekas oli dan debu.
15.    Periksa peralatan kerja jangan sampai ada yang tertinggal diatas trafo.
16.    Setelah aman trafo dinyalakan / dioperasikan kembali dengan kordinasi petugas terkait.
Dengan pentingnya perawatan trafo untuk menghindari kerusakan pada trafo jangan lupa untuk treatment oli trafo berkala (sesuaikan dengan jenis trafo). Pastikan treatment oli trafo dikerjakan oleh orang yang berpengalaman, karena pengerjaan yang dilakukan dengan asal bisa mengakibatkan kerisakan pada trafo. Alphanet membantu menyediakan jasa treatment oli trafo dengan teknisi yang berpengalaman dibidangnya.