Give your website a premium touchup with these free WordPress themes using responsive design, seo friendly designs www.bigtheme.net/wordpress

Smoke Detector

Smoke detektor adalah suatu alat yang perlindungan terhadap sebuah gedung terutama untuk gedung yang luas dan bertingkat-ingkat memang harus melalui perlindungan ekstra. Peralatan proteksi yang dibutuhkan pun juga sebaiknya dilengkapi, apalagi jika memiliki beberapa ruangan yang memiliki kecenderungan bergumul dengan suasana yang berbeda, misalnya saja untuk tempat cenderung panas maka dibutuhkan detektor panas dengan setting ambang tertentu sehingga dapat mendeteksi jika terjadi adanya penyimpangan dan sebagainya.

Pengertian Smoke Detektor

Smoke detector merupakan alat yang berfungsi mendeteksi asap saat terjadinya kebakaran. Penggunaan smoke detektor ini biasanya pada kantor, rumah sakit, gedung bertingkat-tingkat, pabrik-pabrik dan masih banyak lagi. Smoke detektor sendiri terdiri dari beberapa macam yaitu detektor ionisasi, fotolistrik dan detektor asap rokok. Saat asap mulai masuk ke detektor inilah yang kemudian menjadi indikasi terjadinya kebakaran.

Prinsip Kerja Smoke Detektor

Prinsip kerja smoke detektor yaitu berdasarkan kepadatan asap yang masuk di dalamnya. Smoke detektor ini memiliki dua type yaitu 2 wire dan 4 wire. Dimana pada 2 wire, catu daya listriknya di supplai dari master control fire alarm yang bersamaan dengan sinyal fire alarm sehinga hanya butuh 2 kabel saja. Sedangkan pada 4 wire tegangannya diperoleh dari dua kable yang memiliki plus minus pada control alarm dan dua kabel sisa lainnya untuk sinyal. Saat kepadatan asap masuk dan memenuhi ambang batas, maka akan mngektifkan rangkaian elektrnik detektor ini sebab rangkaian ini membutuhkan tegangan. Smoke detektor juga memiliki 2 tipe yang bekerja dengan cara yang berbeda, yaitu sebagai berikut.
Detektor Photoelectric, alat yang bekerja menggunakan sensor cahaya dan dirahkan pada sensor photoelectric. Dari inilah maka alat akan menerjemahkan dalam bentuk sinyal dan kemudian diteruskan ke fire alarm. namun detektor ini memiliki kelemahan yaitu kadang menumbulkan falase alarm oleh debu atau kotoran yang berda di sekitarnya sehingga bunyi alarm kadang menimbulkan kepanikan kepada penggunanya.
Detetor Ionization, alat ini bekerja menggunakan metode ionization chamber. Kelemahan penggunakan detektor jenis ini memiliki dampak yang kurang baik pada lingkungan karena dipercaya menimbulkan radioaktif meskipun penggunaannya sesuai ambang yang telah sesuai. Setelah umur pemakaiannya usai, alat ini dikategorikan sebagai limbah radioaktif sebab didalamnya terdapat ameresium.